Syukur dan Ikhtiar

Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban untuk bersyukur dengan rejeki yang kita terima.

Rejeki tidak semata hanya uang dan materi saja. Rejeki bisa juga berupa kesehatan, kemudahan-kemudahan segala urusan yang kita terima dalam hidup sehari-hari.

Atau apapun bentuknya yang kita sendiri bahkan tidak menyadarinya.

Udara yang kita hirup juga merupakan rejeki dan nikmat dari Allah yang harus kita syukuri. Seorang muslim jangan sampai memiliki sifat kufur nikmat.

Karena Allah sangat membenci kepada orang yang kufur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Justru dengan bersyukur atas nikmat yang ada, maka Allah akan menambah rejeki kita.

Namun sebagai seorang muslim tidak juga salah dalam mengartikan tentang rasa syukur itu sendiri.

Yang menyebabkan kita sebagai manusia tidak mau berusaha lebih optimal dan hanya pasrah dengan kondisi yang ada.

Merasa takut untuk mengharapkan sesuatu untuk dimiliki dan diraih.

Sesuatu yang pada dasarnya dalam Islam di perbolehkan. Selama tidak keluar dari hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah.

Bukankah segala bentuk usaha jika diniatkan karena Allah adalah ibadah?

Bukankah anugrah jasmani, akal, yang memiliki potensi luar biasa kita abaikan begitu saja tanpa berbuat optimal.

Bukankah Allah itu menyukai muslim yang kuat dari pada muslim yamg lemah?

Kuat secata jasmani dan juga kuat secara ekonomi.

Jangan sampai kita justru terjebak kedalam kufur nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita semua.

Ubah mindset kita sebagai seorang muslim.

Bukankah kita diciptakan sebagai umat terbaik?

Apa prestasi yang telah kita buat?

Apa kontribusi yang telah kita lakukan?

Sementara kita masih terlalu takut untuk memiliki cita-cita yang besar.

Bagaimana kita akan menjadi umat terbaik, jika kita tidak permah memiliki cita-cita yang besar.

Bagaiman kita menjadi umat terbaik kalau kita hanya berpikir untuk urusan pribadi dan tidak memikirkan urusan umat?

Apakah karena kondisi raga kita?

Apakah kondisi ekonomi kita?

#pemikiran

Published by:

sandy ramadian

Internet telah menjadi bagian dari hidupnya. Salah satu impiannya adalah memiliki perpustakaan pribadi dengan aneka ragam judul buku. Terutama buku agama, pengembangan diri, teknologi, internet, sastra, sejarah, dan biografi. Sedangkan olah raga beladiri adalah salah satu olah raga favorit. Namun hanya sebagai olah raga favorit, kendati hingga saat ini ia tidak melakukannya.

Kategori CatatanTag Meninggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s