Kenapa Suka Buku? Dan Apa Funsginya Buku?

Buku bisa buat gaya-gayaan sekaligus bisa buat hiasan dimeja kerja, meja belajar, meja diruang tamu, atau sudut-sudut ruangan rumah, ruangan kantor, ruang kelas, bahkan ruang perpustakaan ūüėÄ

Buku berfungsi juga untuk memenuhi ruang yang kosong agar menjadi berisi. Sesuatu yang kosong memiliki dampak kemubaziran. Mubazir artinya tak terpakai yang berujung menjadi sia-sia belaka.

Sesuatu yang kosong itu bisa berupa sebuah gedung yang memiliki ruangan. Lalu kemudian ruangan-ruangan yang ada didalam gedung tersebut tidak ada isinya sama sekali kecuali udara yang bersemayam didalamnya.

Jika suatu ruangan itu kosong, tidak ada isisnya, tidak ada manusia yang menempatinya, maka akan ada mahkluk lain yang akan tinggal pada ruangan kosong tersebut.

Lantas buku adalah alat untuk mengisi kekosongan otak dengan cara membaca dan memahami apa yang terkandung didalamnya.

Dengan demikian maka otak tidak menjadi sesuatu yang kosong yang  akan berujung pada kemubaziran dan tidak terpakai. Kecuali terisi dengan data-data maklumat yang secara otomatis memenuhi ruang kosong otak kita.

Manusia memiliki kepribadian berdasarkan dari persepsinya. Kepribadian bukan apa yang tampak dari luar. Kepribadian tidak ada hubungannya dengan aksesories yang dipakai. Itu hanya tanpak kuliat luarnya saja.

Kepribadian adalah bagaimana seseorang berpikir tentang sesuatu dengan persepsinya.

Persepsinya dibangun dari bagaimana cara manusia berpikir. Cara berpikir manusia sangat bergantung dari apa yang dimasukan kedalam pikiran melalu proses membaca, mendengar, merasa, dan melihat.

Upaya lebih utk tidak sekedar memasukan data base tentang bagaimana seseorang membangun persepsinya tentang sesuatu adalah dengan cara membaca.

Sehingga selain berfungsi sebagai hiasan meja dan gaya-gayaan bagi seseorang, buku berfungsi mengisi ruang-ruang kosong didalam otak manusia.

Karena otak manusia diciptakan oleh Allah SWT dapat menyimpan dengan kapasitas hingga tak terbatas.

Otak mampu memperoses hingga 30 miliar bit informasi per detiknnya. Itu artinya setara dengan 9.600 km kawat dan kabel.

Kekuatan otak manusia dalan memproses informasi sangat mengejutkan, khusunya jika Anda menganggap sebuah komputer super cepat hanya dapat melakukan koneksi 1 kali.

Sebaliknya, reaksi dalam satu sel saraf dapat menyebar ke ratusan ribu sel saraf lain dalam waktu kurang dari 20 seperseribu detik. Agar dapat dengan mudah membayangkan, itu sekitar sepuluh kali lebih cepat dari kedipan mata.

Dengan demikian maka suka buku sama dengan peduli dengan benda yang sangat bernilai tersebut.

Maka bangkitan manusia tergantung dari pemikirannya tentang, alam semesta , dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya.

Tidak ada cara lain untuk mengisi otak kita kecual dengan belajar, salah satunya dengan membaca buku. Tidak ada alasan untuk mengatakan tidak suka membaca, atau mengaku bukan type pembaca. Membaca adalah urusan mau atau tidak mau.

Jadi mengapa kamu suka buku?

Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan

Judul diatas adalah salah satu point dari tulisan tentang Manfaat Membaca Yang Sangat Menguntungkan Diri Kita.

Point pertama yang coba akan kita bahas disini adalah membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.

Setiap orang pasti memiliki rasa cemas dan gundah yang ada dalam hatinya. Tidak terkecuali seorang motivator, pelatih, atau  bahkan orang yang paling kuat sekalipun.

Mengapa?

Karena manusia memang memiliki fitrah seperti itu yang tidak dapat dihilangkan dalam dirinya.

Lantas bagaimana menyikapi keadaan rasa seperti itu?

Perasaan cemas dan gundah tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat kelola dengan cara menyikapi setiap kejadian-kejadian yang menghampiri dalam kehidupan kita sehari-hari.

Apakah mudah?

Setiap persoalan, kejadian, peristiwa yang terjadi memiliki level yang berbeda-beda. Sehingga setiap orang yang menyikapi peristiwa tersebut pun berbeda pula cara memahaminya.

Peristiwa yang sama akan mendapatkan penilaian yang berbeda dari setiap orang. Hal ini tergantung dari dua hal, level peristiwa tersebut atau level pemahaman dari orang yang mengalami peristiwa tersebut.

Ilustrasinya…

Ketika salah seorang teman menceritakan bahwa teman kita yang lain telah memfitnah diri kita, maka sikap seperti apa yang akan kita ambil? apakah bersikap reaktif atau proaktif?

Kalau tidak membaca atau tidak pernah mendapatkan maklumat tentang cara menyikapi kasus seperti ini, besar kemungkinan sikap yang dipilih adalah sikap reaktif. Tetapi akan berbeda pada orang yang telah mendapatkan maklumat tentang cara menyikapi peristiwa yang terjadi, pasti lebih memilih sikap proaktif.

Apakah orang yang telah mendapatkan maklumat menyikapi peristiwa dengan cara proaktif bebas dari sikap reaktif?

Belum tentu, karena seperti disebutkan diatas, tergantung dari dua hal, level peristiwa tersebut atau level pemahaman dari orang yang mengalami peristiwa tersebut.

Lantas level peristiwa itu ditentukan oleh apa?

Level itu ditentukan oleh seberapa jauh tentang pemahaman setiap kejadian yang menghampiri hidup kita.

Semua ini harus dicari, dipahami, sehingga menjadi pedoman hidup dalam mengarungi samudra kehidupan.

Cari dimana?

Ada banyak cara untuk kita mencari pedoman hidup, salah satunya adalah dengan cara membaca.

Dengan membaca akan banyak informasi yang kita dapatkan, dengan membaca banyak kisah yang menjadi pelajaran, dengan membaca akan mendapatkan ilmu cara menyikapi keadaan, dengan membaca wawasan menjadi luas, dengan membaca setiap masalah pasti ada sebab dan akibat, serta banyak hal lain yang akan kita dapatkan serta dapat membuat pikiran dan pandangan kita tidak sempit.

Namun materi bacaan harus dipilih yang kebenaranya harus kebenaran yang mutlak.

Sehingga semua sikap yang kita ambil tidak akan menjadi sesuatu yang relatif. Karena relatif itu akan membuat pandangan yang baik menurut kita namun belum tentu baik menurut orang lain.

Makanya teruslah membaca agar misteri kehidupan ini terungkap. Ada banyak misteri dan rahasia kehidupan yang tidak kita ketahui. Ketika kita mengetahui rahasia kehidupan itu, maka kita akan lebih tenang dalam menjalani setiap aktifitas hidup didunia.

Rahasia yang sebenarnya bukan rahasia, hanya saja kita kadang tidak memperhatikan rahasia tersebut.

Maka teruslah membaca!

Kadang kita melupakan hukum dari segala hukum dalam kehidupan ini. Kadang kita abai dan tidak mau membaca dan mengkaji hukum kehidupan ini yang bersumber dari yang membuat hukum.

Siapakah pembuat hukum mutlak kebenarannya yang harus wajib kita jalankan?

Tidak lain Dialah yang Wajibul Wujud, Allah SWT yang menciptakan manusia. Tempat manusia bergantug dari rasa cemas dan gundah dari setiap peristiwa dalam hidup.