Ustad Jefri Meninggal Dunia

Pertama kali tahu kabar Ustadz Jefri meninggal dunia setelah saya sholat subuh. Shubuh itu seperti biasa sebelum melakukan aktifitas yang lain, saya online sebentar. Cek email, cek akun, cek serp, dan login ke Facebook. Awalnya sih belum percaya apa yang saya lihat diberanda saya. Salah satu update status dari teman yang membagi link berita dari detik.com tentang meninggalnya Ustadz Jefri. Tapi masa sih portal berita sebesar detik mempublish berita yang belum jelas kebenarannya. Rasanya ga mungkin mereka melakukan itu. Akhirnya saya telusuri link ke web portal tersebut lalu kemudian saya baca beritanya. Dari berita yang saya baca, ternyata benar bahwa Ustadz Jefri meninggal dunia disebabkan oleh kecelakaan saat beliau mengendarai sepeda motornya.

Masih belum percaya sepenuhnya dari berita yang saya baca. Akhirnya saya kembali keberanda facebook dan saya scroll kebawah. Ternyata semua update sudah dipenuhi oleh berita tentang meninggalnya Ustad Jefri. Secara perlahan saya mulai percaya tentang berita ini. Apa lagi tidak lama kemudian tv juga sudah memberitakan kabar duka tentang Ustad Jefri.

Tidak tau mengapa hati saya tiba-tiba merasa kehilangan. Ada rasa tidak percaya dan berpikir masa sih Ustadz Jefri sudah meninggal Dunia. Masih kebayang dulu saat bulan Ramadhan saya melihat beliau ceramah livenya di Monumen Jogja Kembali, Yogyakarta. Sosoknya yang muda, yang penuh semangat, sosok yang banyak menginspirasi banyak orang, kini telah tiada.

Tetapi semua sudah takdir yang Maha Kuasa. Allah sudah menakdirkan Uje meninggal Dunia Hari ini Jum’at 26 April 2013. Semoga semua ini dapat menjadi pelajaran buat kita semua. Bahwa kematian bias datang kapang saja. Tidak peduli tua atau muda, sehat atau sakit, Ustadz dan bukan ustad. Dimata Allah semua sudah memiliki takdir masing-masing. Jodoh, Lahir, Kematian semuanya sudah ditentukan oleh Allah. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan semuanya.

“Inna lillaaahi wa inna ilaihi roojiuun, sesungguhnya semuanya milik Allah dan sesungguhnya semua kembali kepada Allah. Telah pulang ke Rahmatullah Ustadz Jefry AlBukhori, yg akrab kita panggil Uje. Allahummagfirlahu warhamhu…semoga Allah mengampuni semua dosa almarhum, memaafkan semua kesalahan almarhum…aamiin”.

 

Pembuang Abu Rokok Sembarangan Itu Mobilnya Jimbaran Resto

Waktu itu pagi hari senin tangal 22 april  2013 antara jam 8.00 sampai 8.30 WIB. Saya berada dibelakang sebuah mobil yang bertuliskan Jimbaran Resto. Saya ngantri dibelakang sisi sebelah kanan mobil untuk dapat giliran lewat di perempatan terminal Condongcatur. Eh ga  sangka tiba-tiba sopir mobil yang ada di depan saya itu membuang abu rokoknya keluar jendela seenak udelnya. Tanpa mikir dibelakangnya itu ada orang lain yang kena taburan abu rokok yang dibuang sembarangan keluar jendela. Rasa kesal saat itu memucah, meluap-luap, seperti mau macan mau menerkam mangsa. Melumat, menggigit, mengunyah, trus diedel-edel tuh sopir  yang ga punya aturan buang abu rokok.

Syukurnya saya masih bisa mengendalikan emosi saya ga jadi marah ke sopir itu. Sempat saya samperin si sopir itu dan memacu motor saya tepat berada di sisi pintu sopir. Kaca helem saya  buka dan menoleh ke arahnya. Tapi sayang dia tidak menoleh kearah saya dan malah tancap gas berusaha kabur dari saya. Lalu sempat saya kejar lagi, tapi sopir itu tancap gas sekencang-kencangnya dan menhilang dikejauhan jalan raya.

Akhirnya rencana marah tadi jadi batal karena yang mau dimarahin sudah keburu kabur. Padahal saat mobil dan si sopir itu bisa saya samperin. Wow.. saya ga tau harus bilang apa…

Perokok Dalam Mobil Yang Membuang Abunya Sembarangan

Membuang Abu Rokok Sembarangan

Abu Rokok

Bagaimana pendapat kamu ketika kamu sedang naik motor tiba-tiba mobil didepan kamu membuang abu rokonya keluar jendela. Otomatis kamu yang sedang berada tepat dibelakang mobil orang yang sedang merokok tersebut kena dampaknya. Iya dampaknya adalah kamu ditaburi abu rokok si supir mobil yang ada didepan kamu itu.

Apa yang kamu rasakan saat itu..? Apakah kamu menerima perlakuan seperti itu..? Apakah kamu berbuat sesuatu saat kejadian itu..? Sikap apa yang kamu pilih saat mengalami itu..? Ada banyak pilihan sikap dan setiap pilihan itu semua punya konsekwensinya.

Coba buat poling yah.. pilihan sikap apa yang sih yang kamu pilih..?

Sudah Mulai Belajar Mengoceh

Sekarang Usianya Memasuki 2 Bulan

Pipinya sudah mulai tembem kayak bundanya. Kulitnya putih kayak bundanya juga. Bibirnya  juga mirip bundanya. Kalau ngoceh bisa mengeluarkan suara agghar..agghar.. ga jelas apa yang diucapnya. Yang paling sering diucap adalah Haoo…Haoo… dengan ekpresi penuh semangat. Berharap orang tuanya paham maksudnya di sampaikannya. Sampai suatu ketika Hafidz mengoceh seperti biasa. Kali ini dia punya cerita buat ayah. cerita seperti biasa agghar..agghar.. dan haoo… sambil menatap wajah ayah. Lama kelamaan Hafidz terdiam sambil menatap wajah ayahnya dengan penuh tanda tanya. Mungkin dia berpikir ayahnya pasti ga paham yang dia sampaikan. Ayahnya yang tadi heboh melihat tingkah Hafidz ikut terdiam. Beberapa saat Hafidz dan Ayahnya saling tengok-tengokan. Dan akhirnya dia tertawa kelakar dan ayahnya juga ikut ketawa ngakak 😀

Yang ada dalam pikiran Ayah : Anak ini cerita apa ya….!??? semangat betul ekspresinya
Mungkin Hafidz berpikir : Ayah ini ekspresinya juga lucu bingung ga ngerti apa Hafidz cerita apa.. 😀