TIKUS

Laboratory mouse

Image via Wikipedia

Tikus…
Kau lucu tapi kadang sangat menyebalkan
Tidak hanya menyebalkan bahkan kau terlihat menjijikan
Gerakmu yang gesit dan lincah sehingga membuatmu sulit di tangkap
Beraksi saat tiada orang melihatmu
Saat orang melihatmu dengan sigap kau lari dari perbuatanmu
Kembali kepada tempat semula seolah tak terjadi apa-apa

Tikus…
Selalu saja ada tempat buatmu untuk mencari jalan
Celah yang berlubang telah ditutup, kau membuat lubang lainnya
Tak peduli apa yang kau lubangi
Tak peduli kerusakan atas apa yang kau perbuat
Semata-mata hanya mementingkan perutmu saja

Tikus…
Tatkakala kucing menjadi pemburumu
Tatkala kucing menjadi ancamanmu
Seolah kau tiada takut
Dan ketika kucing berhadapan denganmu namun apa yang terjadi
Kucing tak berani menerkammu
Tubuh besarmu telah melampaui kucing, akibatnya nyali kucing pun menciut
Karena makanan yang kau makan lebih dari apa yang kucing makan

Tikus…
Yang tak pernah merasa bersalah
Sadarkah akan perbuatanmu yang nista dan mengambil yang bukan hakmu
Padahal jatah makanan untukmu telah tersiapkan
Tapi mengapa kau tak pernah puas
Kau serakah
Bahkan makanan kucing pun kau ambil
Sungguh, betapa tega kau perlaukan kucing seperti itu.

Tikus…
Sebenarnya kau pintar…
Bahkan musisi terkenal Iwan Fals mengabadikanmu lewat lagu
Otakmu memang bukan otak udang
Rakus-rakus bukan kepalang
Namun saat kau tertangkap, kucing tak semena-mena ingin memakanmu
Kau diberikan kesempatan untuk pergi dan tak mengulangi perbutanmu
Namu karena kebiasaanmu seperti itu
Kau pun kembali lagi dengan kebiasaanmu